Showing posts with label reflection. Show all posts
Showing posts with label reflection. Show all posts

Saturday, May 31, 2008

And the Winner Is...?

Pemenang Lomba CerMin
(Perempuan : Cerita, Cita dan Cinta)

Salam,

Setelah melewati 3 tahap penentuan, akhirnya Lomba Cerita Mini dengan tema Perempuan : Cerita, Cita dan Cinta, memasuki episode 3 besar.

Dari hasil penjurian yang dilakukan oleh :

1. Benny Rhamdani (penulis dan editor cerita anak dan remaja)
2. Bagus Herawan (Indosiar.com)
3. Roni Fahrozi (Indosiar.com)

dengan penilaian yang meliputi 3 kategori penilaian utama yaitu :

- orisinalitas
- cara pemaparan/kelancaran menuangkan ide
- dan logika cerita

dari 10 besar Cermin, 3 cermin yang berhasil menjadi pemenang adalah :

1. Cinta Tak Butuh Kekerasan, dengan total nilai 237
2. Rumus Pintar Mbok Nah, dengan total nilai 232
3. Cinta Perempuan Baja, dengan total nilai 216

Sedangkan Cermin Dua Srikandi Inspirator (nilai 206), berhasil menjadi Cermin Favorit pilihan para netters indosiar dengan 391 pemilih, mengalahkan Mama, Sekeping Inspirasi Tentang Kehidupan (dengan nilai 200, 150 pemilih).

Selamat kepada para pemenang!

==========================================================================

Untuk Nunik, selamat ya, kamu hebat! Masuk tiga besar euy! You deserved it, sweety! :-)

Sedang naskahku sendiri diberi nilai oleh dewan juri sebesar 206. Mungkin tertinggi nomor empat kah??? Entahlah... hehehe, berusaha menghibur diri...

Jujur setelah membaca naskah yang sudah dipampang di halaman website Indosiar, aku merasa ada sesuatu yang 'menggantung' di paragrap akhir!

Soalnya pas mengarang itu aku panik sendiri karena keterbatasan jumlah halaman dan word, hanya boleh maksimal 7000 kata! Aku kebiasaan nulis panjang, huhuhuhu...

Aku sempat kebingungan mengakhiri naskah dan kuputuskan dieksekusi begitu saja tanpa membuat paragrap penutup. Padahal naskah yang bagus kan harus diawali dengan pembukaan berisi latar belakang, isi cerita dan penutup yang berisi kesimpulan.

Anyway, aku jadi belajar banyak dari ajang lomba seperti ini :-)

Untuk semua yang sudah VOTE, terima kasih banyak ya, karena sahabat semua lah, naskahku dinobatkan sebagai PEMENANG FAVORIT

Selamat untuk kita semua. Kemenangan favorit ini milik kita semua warga MP-ers nih :-D

PS.
Jurinya cowok semua dan lima besarnya cewek semua, apakah itu artinya??? hehehe...

Saturday, June 02, 2007

UK's Life [part One]: One of His Miracle for Me!

Why I Come to UK, this country is so expensive, isn't it?

I just want to let you all know that I come to UK not on my own money. I come to UK because I got a scholarship from Ford Foundation, under the program so called: IFP (International Fellowship Program).

Getting a scholarship for me is such kind of a big gift from God that I've ever had. in my life It is a really great opportunity, concerning that I will never be here if I didn't get it. It is only because that I will never be here if I use my own money. Do you want to know the reason?

The reason is that I only the daughter of a laborman that earn not 'too' much money for a month salary. The money is only enough for earning our daily needs, but not for continuing my study. But luckily, I still can finish my BA degree in Islamic Law in Islamic University of Jogjakarta, Indonesia. While I was studying there, I also should work very hard for paying my living allowance.

After finishing my BA, I asked one of my previous lecturer, Mr. Idris, about studying abroad because he had finished his Doctor degre in Canada , He told me that he could go to Canada because he got scholarship from Mc Gill University. Hearing this, a new hope comes to my mind that I can continue my study to a higher level, getting an MA.

Having a great interest in it, I try to look for information about any kind of scholarship through internet. At the very first, I wasn't really sure, what kind of information I look for? Step by step, from time to time, I finally getting know the Beasiswa Milist. It is a miling list I had found by accident via google after I wrote Beasiswa. Beasiswa means scholarship.

After a while, I got the information from Beasiswa milist, that there was a small NGO from Canada was needing a volunteer to be exchange with some volunteer from Canada to learn about Canadian culture if you chosen by them.

For the first time, I was not sure to apply for this 'chance' because I am not clever enough to pass the test that may be conducted as a fulfilment. But my lecturers, and my friends support me a lot and they said that I would pass it because I already got the knowledge and why I should be afraid of trying to do a good thing. Realising that, I stand on myself confidence, and start to do it.

I had been interviewed by some canadian people. And you know, what it was the really first time for me to be interviewed in English. You can imagine what happen with me. I was trumbling during the time, but luckly I still could control myself for not becoming a 'stupid idiot student' in front of the interviewer.

Sorry friends, I have something to do right now. Tomorrow I will continue this 'miracle' story. Okey?!!

Tuesday, April 12, 2005

I was ill, God was asking me to take a rest...

Dear sahabat dimana saja...

Tanggal 4 - 5 April lalu saya diopname di St. James Hospital karena sudah tiga malam sebelumnya saya menderita demam sangat tinggi hingga 40 derajat celcius. Malam itu saya dijemput ambulance karena fisik saya sangat lemah. Fortunatelly saat itu saya ditemani oleh Mba Ningrum, Alhamdulillaah. Setiba di RS, mereka meng X-Ray dan Blood test dua kali. Namun pagi harinya, ketika consultation dan saya didatangi dokter senior, dia bilang saya tidak apa-apa, hanya infeksi berat di throat saya. Jadi saya cuma butuh istirahat di rumah dua hari.

Dengan rasa masygul yg berkepanjangan, saya tanyakan bagaimana dengan rasa sakit di perut saya dan bentol-bentol berisi air yang mulai menyebar di wajah, perut dan punggung? Dr. tua itu bilang bahwa bentol-bentol itu semata-mata karena beratnya infeksi yang saya derita. That's it! Saya rasanya kesal bukan main, disuruh pulang hanya dengan hasil diagnose seperti itu dan dibekali seratus biji paracetamol!

Malamnya setiba di rumah (5 April 2005), saya berdiskusi dengan Angela teman saya dari Taiwan, dia sedang mengambil PHD.nya di bidang nursery for elderly people, dia bilang dan teman Indonesia lainnya bilang (Nita dan Angela berdua ini baik sekali, mereka yang memasakkan bubur dll untuk saya setiap hari, *terharu mode on*), saya kelihatannya terkena Chicken Pox or Cacar Air. Wah..., langsung muncul 'ide gila' di kepala saya, untuk memastikan penyakit yg saya derita saat ini! Saya meminta mb' Nita memotret saya dibeberapa sisi dan hasilnya dikirimkan ke Pak Nelson Chin di London dan ipar saya yang juga Dr. di Kalimantan Selatan, ternyata menurut mereka berdua hasilnya adalah CACAR AIR. Dengan sigap mereka berdua menuliskan resep Aciclovir tablet dan salep untuk saya, hanya yang menjadi masalah, disini kita tidak bisa membeli obat tanpa prescription!

Duuuuuuuuh temans, kebangetan banget kan rasanya, dokter2 Inggris ternyata enggak tahu cacar air. Akhirnya dengan rasa dongkol yang masih membekas di hati, atas saran ipar dan Pak Nelson, saya pergi ke GP (istilah utk dr. umum di UK sini) utk memastikan ini Chicken Pox dan "memaksa" agar diberi Aciclovir. Menurut 2 dr. Indonesia itu, cacar air di adult itu lebih kuat dan jika tidak "dibom", virus akan bersembunyi di saraf dan dampaknya akan berbahaya untuk tulang2 saya. Duh, saya lupa istilah kedokterannya.

Sesampai di GP, dia tersenyum dan bilang kalo ini memang Chicken Pox dan saya adalah orang ke 6 dalam minggu2 ini yg menderita ini. Oh my God, rupanya di UK pun ada musim cacar airnya :-(

Yang saya sedihkan, Aciclovir yg saya dapatkan dosisnya tidak sesuai dengan anjuran dosis yg diberikan oleh Pak Nelson dan ipar saya, yaitu 400mg. Dr. disini hanya memberikan saya 200mg. It such another problem again!!! Pusing saya sekarang mba, mana phisically saya masih lemah banget dan cacar masih bermunculan dimana2 sampe hari ini dan saya butuh recovery sekitar 2 minggu, obatnya sendiri dosisnya ternyata tak sesuai. Mungkin saya harus kembali ke GP atau "lari" ke Private Hospital saja ya?

So sahabat semua, tolong do'anya semoga saya bisa segera 'recovery' dan kembali beraktifitas seperti biasa :-)

Ima yang masih terkapar!

Monday, February 21, 2005

Heavy Snowing, Heavy Heart

Leeds is covered by thick heavy snow. Not only the street covered by snow, but also my heart...!

Keluar dari Leeds Girls High School tadi malam aku disambut oleh taburan salju lembut, menghambur ke seluruh coat dan wajahku..., dingin sesaat --namun ketika aku melihat riangnya bunga-bunga salju halus menari-nari bersama angin dibawah temaram lampu jalanan-- seketika pemandangan indah ini menghangatkan hatiku kembali, setelah peristiwa tadi malam.

Dinihari tadi aku baru saja 'berdebat panjang dan melelahkan' via chatting dengan dia yang kukasihi..., terakhir aku give up dengan argumen masing-masing yang tak berkesudahan... tanpa terasa hatiku menjadi dingin, apalagi jarak kami dipisahkan oleh ribuan mil lautan, gunung, tanah dan anak sungai! Sesaat terasa aliran sungai itu pun menganak dipipiku... Kubiarkan lepas menuju muara, agar jiwaku tak merasa tersiksa.
Diakhir kata, aku sempat meminta maaf atas 'segala yang tercipta' dan Alhamdulillah aku bisa berkata bahwa aku belajar ikhlas atas semua kata dan tindak yang terjadi diantara kami berdua. Di atas segalanya, ada Allah Yang Maha Menolong dan Membebaskan hamba-hambanya. Aku berharap, dalam hari-hari ke depan ini aku dibimbingnya untuk bersabar dalam semua ujianNya, suka dan duka.

Ternyata, di tengah derai bunga-bunga halus salju malam ini, aku 'belajar memahaminya dari sudut dirinya'. Sekali lagi Allah menyapaku lewat tanda-tanda alam-Nya yang indah. Salju yang dingin malam ini menghangatkan hatiku kembali.